Friday, February 11, 2011

Kecantikan Plastik, Cantik secara Instan

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Tim bedah plastik yang dipimpin dr Irena Sakura Rini, MARS SpBP, melakukan tindakan bedah kepada pasien di Rumah Sakit Omni Hospital, Tangerang, Banten, Kamis (3/2/2011). Artikel Terkait: Pengecilan Kaki, Operasi Plastik yang Lagi Tren Ingin Operasi Plastik? Tunggu Umur 52! Inilah Konsekuensi Operasi Plastik Ingin Operasi Plastik? Tanyakan Ini Dulu! Pria Pun Ingin Operasi Plastik GramediaShop : Suster Ngepooot! GramediaShop : Musim Senin, 7/2/2011 | 08:40 WIB

KOMPAS.com — Rumah Sakit Omni, Tangerang, pukul 09.30. Di ruang operasi berukuran 8 meter x 16 meter terdengar degup mesin. Itulah suara rekam jantung seorang perempuan pasien berusia 42 tahun, yang pada Kamis (3/2/2011) menjalani operasi kecantikan dengan bius total.

Dokter Irena Sakura Rini, ahli bedah plastik yang biasanya ceria dan banyak bicara, pagi itu raut mukanya sangat serius. Bisa dipahami. Hari itu ia harus melakukan tiga tugas penting: mengencangkan perut bawah (tummy tuck), menyedot lemak (liposuction), dan memasang implan payudara (breast implant). Sesi operasi plastik-estetik pasien ini memakan waktu hampir empat jam.

Boleh jadi ini proses yang melelahkan. Bahkan, seseorang harus berani menantang diri berada di antara ambang hidup dan mati. Namun, toh cara merebut kecantikan melalui operasi bedah plastik ini dianggap jalan pintas, kalau tidak bisa dibilang instan. Mengencangkan perut bawah bagi para perempuan yang sudah beberapa kali melahirkan memang bukan perkara mudah. Jalan "natural", seperti olahraga teratur atau pengaturan pola makan, bisa memakan waktu bertahun-tahun. Dan, itu belum tentu berhasil.

Salah satunya dialami kemudian dijalani oleh penyanyi top Titi DJ (44). Sekitar tahun 2004-2005, Titi melakukan dua kali operasi plastik: sedot lemak dan pengencangan perut bagian bawah. ”Aku merasa perut bagian bawah ini sudah menggelambir,” tutur Titi.

Sejak pengakuan blakblakan Titi itulah seolah menatap meja operasi untuk meraih kecantikan seketika bukan lagi hal yang menakutkan. Bahkan, pengakuan seputar pemasangan implan payudara dan pengencangan kulit wajah (face lift) tidak lagi tabu. Sejak pengakuan Titi, tutur Irena, bedah plastik mengalami booming.

Meledak
Saking meledaknya, banyak orang tidak tahu cara memperoleh kecantikan bedah plastik secara benar. "Ya, akhirnya ada yang main suntik sembarangan pakai silikon cair. Padahal, itu kan seperti cairan oli mesin," katanya.

Seharusnya penyuntikan untuk melemaskan otot dan pengencangan kulit wajah memakai kolagen. Namun, zat kimia ini harganya sekitar 300 dollar AS per cc. "Mana ada suntik wajah dengan tarif Rp 150.000-Rp 200.000?" kata Irena.

Demi apa semua itu? Pertanyaan sederhana, bahkan terkesan awam, ini bisa dijawab dengan beragam kemungkinan. Dokter ahli bedah plastik lain, Enrina Diah, menggambarkan begini, "Sekarang makin banyak keluhan tidak puas dengan diri sendiri, mungkin pakai baju tidak enak, muka tidak semenarik dulu, waktu mengaca kok terlihat tua."

Jadi, pangkal soal orang-orang kemudian datang kepada Enrina adalah keluhan tidak puas melihat diri sendiri. Selain itu, para pasien juga biasanya datang dengan keinginan "perbaikan" diri sealami mungkin. "Terus tidak mau ada downtime (masa pemulihan). Padahal, praktis untuk operasi itu pasti ada downtime," kata Enrina.

Pasien biasa kukuh tidak mau ada downtime jika terjadi "perbaikan" di daerah wajah. Melihat kecenderungan seperti ini, dunia teknologi kecantikan menciptakan apa yang disebut ulthera. Ini semacam alat yang memancarkan gelombang ultrasound, yang digerakkan menyusuri wajah pasien dan diharapkan menimbulkan efek kekencangan. Alat ini baru dipakai tahun 2009 dan di Indonesia baru dioperasikan sejak Mei 2010. "Biasanya akan tahan selama 18-24 bulan," ujar Enrina soal daya tahan kekencangan kulit wajah dengan ulthera.

Politisi antre
Irena mengaku, saat ini pasiennya yang berminat menjalani operasi plastik dengan berbagai spesifikasi sudah mengantre sampai dua bulan ke depan. Dokter kelahiran Jepang ini antara lain akan mengoperasi 14 ibu rumah tangga asal Cilacap, Jawa Tengah, untuk tujuan pengangkatan lemak, pengencangan wajah, dan operasi kelopak mata.

Di klinik CBC, Jalan Wijaya 2, Jakarta Selatan, para pasiennya juga mengantre, tidak saja dengan tujuan kecantikan, tetapi juga bedah plastik rekonstruksi. Rabu (2/2) siang, misalnya, Irena mengoperasi hidung Vira (35) yang sejak masa SMP mengidap tumor.

"Pengangkatan tumor sudah kami lakukan, sekarang tinggal rekonstruksi hidung. Tentu juga ada estetiknya karena cuping hidung harus seimbang dan berfungsi," katanya.

Belakangan, baik di klinik CBC tempat Irena berpraktik maupun Ultimo di Plaza Asia, Jakarta, milik Enrina, setahun menjelang pemilu (termasuk pilkada) banyak politisi ikut mengantre. Mereka biasanya meminta pengambilan lemak kantong mata dan pengencangan kulit wajah. Sudah bisa dipastikan, semuanya ingin tampil segar dan lebih "muda" di depan publik. Hal ini juga diakui oleh politisi sekaliber Tjahjo Kumolo. "Kalau laki-laki seperti saya, paling larinya ke rambut saja," katanya.

Menurut Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Plastik Indonesia (Perapi) Asrofi S Surachman, dokter ahli bedah plastik untuk rekonstruksi dan estetika bukan tukang kecantikan. Ia mengakui, minat masyarakat yang ingin tampil cantik dan berbadan bagus memang semakin besar. "Namun, dokter bedah plastik harus berani berkata tidak ketika pasien tidak perlu menjalani pembedahan," katanya. Asrofi sering kali mendapatkan pasien yang memaksakan diri menjalani bedah plastik demi kesempurnaan tubuh.

Irena juga mengakui, umumnya pada awalnya pasien minta body contouring, seperti sedot lemak dan mengencangkan perut bawah. Setelah itu, biasanya mereka datang lagi minta pemasangan implan payudara, sedot lemak sekitar wajah, pengencangan kulit wajah, operasi kelopak mata, dan seterusnya. "Mereka seperti ketagihan. Kami yang harus bisa mengeremnya," katanya. Padahal, untuk "perbaikan" di sana-sini itu terhitung tak murah. Mereka harus merogoh kocek Rp 5 juta-Rp 60 juta.

Pemikir politik dan kebudayaan dari Universitas Negeri Jakarta, Robertus Robert, mengatakan, gejala ini sebagai liquid modernity dalam konsep Bauman. "Liquid modernity imengarah pada liquid social, di mana orang lebih mementingkan penampilan," katanya.

Padahal, dengan tampil, seseorang telah menjadikan dirinya obyek tatapan orang lain. "Bedah plastik adalah cara dia memaknai diri dan mempresentasikannya di depan orang lain," kata Robert.

Jadi, akhirnya yang mengendalikan semua adalah keinginan untuk diakui. Ini masalah eksistensi, bukan? Ingin meraih cantik secepatnya meski dengan operasi plastik.

(Putu Fajar Arcana/Mawar Kusuma)


SUT,BSW,XAR,MYR

Editor: Dini

READ MORE - Kecantikan Plastik, Cantik secara Instan

Thursday, February 10, 2011

Pergumulan Sebelum Operasi Plastik

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Ahli bedak plastik dr Enrina Diah mempraktikkan penggunaan alat accent ultra laser di Klinik Ultimo Aesthetic & Dental Center di Plaza Asia, Jakarta. Artikel Terkait: Kecantikan Plastik, Cantik Secara Instan Menjalani Operasi Plastik Butuh Kesiapan Mental Di Balik Operasi Plastik Selebriti Kita Obsesi Mirip Barbie, Operasi Plastik 100 Kali Ingin Operasi Plastik? Berhentilah Merokok GramediaShop : Pingo Di Pantai GramediaShop : Who Wants To Become Fat Senin, 7/2/2011 | 09:01 WIB

KOMPAS.com - Jika melihat hasilnya, orang mengira operasi plastik mudah dilakukan. Pasien tinggal datang ke dokter bedah dan siap naik meja operasi. Sesederhana itukah? Tentu saja tidak. Ada prosedur medis dan persiapan psikologis yang panjang.

Rebecca Tumewu sejak remaja bertekad suatu saat akan menjalani operasi plastik untuk memperbaiki payudaranya yang besar sebelah. Nyatanya, presenter televisi dan pemandu acara kondang itu membutuhkan waktu puluhan tahun sebelum akhirnya naik ke meja operasi.

”Ini pergumulan (batin) luar biasa. Bedah plastik harus buat kepentingan aku, bukan untuk kepentingan orang lain. Orang lain hanya suporter,” kata perempuan bersapaan Becky (40) pada Jumat (4/2).

Sekitar lima tahun lalu Becky menjalani operasi pemasangan implan payudara di sebuah rumah sakit di Bogor. Setelah operasi, kedua payudara Becky menjadi simetris. Dia pun percaya diri. ”Pokoknya, jadi lebih happy.”

Saking senangnya, Becky tidak sungkan-sungkan menunjukkan hasil operasi itu kepada beberapa teman dekatnya yang merasa penasaran. ”Mereka menganggap saya berani dan juga gila karena terbuka (soal operasi plastik). Saya menjadi lebih normal dengan operasi ini, jadi kenapa harus ditutup-tutupi,” lanjut Becky.

Dia bersikap terbuka seperti itu lantaran ingin mengedukasi masyarakat tentang bedah plastik yang benar. ”Tapi, bukan berarti saya menganjurkan bedah plastik lho,” tukasnya cepat.

Seperti Becky, Miranti Dewi (38), konsultan investasi perusahaan asing, berpikir panjang sebelum memutuskan bedah plastik. Meski niat sudah ada, Miranti perlu waktu dua tahun sebelum benar-benar naik ke meja operasi.

Selama itu pula dia berkonsultasi secara intens dengan dokter bedah plastik, mencari berbagai informasi berkaitan dengan pemasangan implan payudara, hingga menjalani berbagai tes untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit. ”Ini penting untuk pengetahuan dan persiapan mental,” ujarnya.

Setelah mantap, Miranti pun menjalani operasi pemasangan implan payudara di Jakarta dua tahun lalu. Dia cukup puas dengan hasil operasi yang menghabiskan dana hingga Rp 40 juta itu. ”Banyak teman saya bahkan tidak tahu kalau saya memakai implan. Mereka hanya lihat (payudara) saya bagus,” ujarnya.

Kini Miranti menjadi tempat bertanya teman-temannya yang tertarik dengan bedah plastik. Dia juga bersedia mengantarkan mereka jika ingin menjalani operasi serupa.

Miranti memutuskan operasi plastik lantaran payudaranya tidak lagi sekencang ketika masih gadis. ”Saya hanya ingin menyempurnakan (payudara), bukan untuk memamerkan apa yang telah diberi Tuhan. Itu sebabnya, saya hanya minta implan yang ukuran proporsional,” kata perempuan yang pernah melahirkan dua anak itu.

Perbaiki bentuk tubuh
Nusraeni Anandi (46) memilih bedah plastik untuk memperbaiki bentuk tubuhnya yang mulai membesar dan tidak nyaman saat beraktivitas. Dia pun makin kesulitan memilih ukuran celana yang pas. ”Keinginan saya tidak berlebihan, saya hanya ingin mengembalikan tubuh saya ke bentuk semula,” katanya.

Dia pun menjalani tummy tuck di Bangkok, Thailand, enam tahun lalu. Lemak di bagian bawah payudaranya disedot hingga 2,5 kilogram. Perutnya kemudian dikencangkan. Tidak hanya itu, dokter juga membuatkan pusar baru lantaran pusar Nusraeni yang lama bergeser.

Bagaimana hasilnya? ”Saya mendapatkan tubuh yang nyaman, enak dilihat, gampang cari ukuran celana, serta percaya diri,” ujar perempuan asal Denpasar yang menghabiskan dana 3.500 dollar AS untuk operasi itu.

Namun, untuk sampai naik ke meja operasi, Nusraeni berpikir beberapa kali, apalagi ketika itu, operasi plastik masih dianggap tabu di Indonesia. Itu sebabnya, dia memilih menjalani operasi di Bangkok, bukan di Jakarta. ”Saya menghindari pembicaraan kanan-kiri,” kata Nusraeni yang bersuamikan laki-laki asal Amerika Serikat.

Harti (44), ibu rumah tangga di Cibubur, memilih operasi plastik karena alasan kesehatan. Dokter mengatakan, dia berpotensi terserang stroke dan jantung lantaran timbunan lemak berlebih di tubuhnya. Harti sempat menjalani diet dan berolahraga. Namun, usaha itu terasa sia-sia. Akhirnya, dia memutuskan membuang timbunan lemak di tubuhnya dengan operasi plastik November lalu. Dia ditangani dokter spesialis bedah plastik Irena Sakura Rini.

Hasilnya? Harti mengaku lebih sehat. Jantungnya kembali normal, napasnya tidak sesak lagi, tekanan darah turun, dan keluhan pusing pun menghilang. Dia juga tidak lagi meminum obat jantung yang sebelumnya pernah dikonsumsi selama 1,5 tahun. Dia merasa tidak sia-sia mengeluarkan uang Rp 63 juta untuk operasi tersebut.

Pasien ”shopping”
Meski merasakan manfaat langsung bedah plastik, Becky tidak punya niat menjalani operasi plastik lagi. Dokter pernah menawarkan operasi penghilangan lemak hanya dalam 15 menit, tapi Becky tegas menolak. ”Ngapain dibedah kalau masih bisa olahraga.”

Nusraeni berharap operasi plastik yang dia lakukan di Bangkok menjadi yang pertama dan terakhir. Pasalnya, operasi seperti itu sakitnya minta ampun. Rasanya, lebih sakit dibandingkan operasi caesar sekalipun.

”Pokoknya menderita deh. Setelah operasi, saya harus tidur telentang selama dua hari. Tidak boleh turun (dari tempat tidur). (Tubuh) diganjal bantal kiri-kanan.” Dia heran jika ada orang yang ketagihan dengan operasi plastik.

Ketagihan operasi? Ya, orang semacam itu memang ada, kata dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi wajah Enrina Diah. Di kalangan dokter bedah plastik, mereka sering disebut ”pasien shopping”. Mereka ingin mencicipi operasi ini-itu di dokter yang berbeda-beda.

”Saya sih menolak pasien seperti itu, sebab persoalan mereka bukan di tubuhnya, tapi mungkin psikologinya,” ujar Enrina, Selasa lalu di Klinik Ultimo Aesthetic & Dental Center, Plaza Asia, Jalan Jenderal Sudirman.

Animo masyarakat untuk menjalani operasi plastik beberapa tahun terakhir memang kian besar. Seingat dokter Irena, ”demam” operasi plastik muncul setelah Titi DJ secara blak-blakan mengatakan dirinya menjalani operasi plastik. Sejak saat itu, kata Irena, banyak orang antre minta dioperasi plastik.

Hingga kini demam itu belum reda. Mari kita tengok Klinik CBC di Jalan Wijaya 2, Jakarta Selatan. Rabu (2/2) siang, dokter Irena Sakura Rini mengoperasi tumor di wajah seorang pasien. Operasi belum kelar, dia sudah ditunggu seorang ibu yang ingin memeriksakan perutnya pascaoperasi tummy tuck. Besoknya, Irena memasang implan pada payudara seorang pasien di Rumah Sakit Omni Hospital, Tangerang. Di luar itu masih ada 14 perempuan asal Cilacap yang menunggu jadwal untuk operasi plastik.

Di Klinik Ultimo Aesthetic & Dental Center, Selasa (1/2), ada tiga perempuan muda yang menunggu dokter Enrina Diah. ”Setiap hari, ada saja yang minta di-treatment, baik yang nonbedah maupun bedah,” katanya.

Siang itu Enrina mempraktikkan prosedur pengencangan wajah nonbedah yang disebut ulthera pada seorang perempuan. Dia menggunakan alat yang bentuknya seperti pengering rambut yang digilaskan perlahan di wajah si pasien. ”Treatment ini sedang heboh, peminatnya banyak,” kata Enrina.

Operasi kecantikan kini benar-benar menjadi bisnis. Dan, rezeki dari bisnis ini menciprat juga ke Ifwan Fitra, pemasok implan silikon. Dia menyediakan 10-15 pasang implan impor dari Brasil untuk kebutuhan bedah kecantikan dan rekonstruksi. Harga per pasangnya Rp 7 juta-Rp 15 juta dengan ukuran berkisar 150 cc hingga 660 cc. Dia juga memasok peralatan bedah estetik canula yang digunakan untuk sedot lemak.

(Budi Suwarna/Mawar Kusuma)


MYR,CAN,XAR

Editor: Dini

READ MORE - Pergumulan Sebelum Operasi Plastik

Konsumen Baru Adibusana

CHANEL/CHRISTIAN DIOR Gaun adibusana dari Chanel (kiri) dan Christian Dior (tengah dan kanan). GramediaShop : Silence In The Daylight GramediaShop : Keluarga Panderwick Senin, 7/2/2011 | 09:32 WIB

KOMPAS.com - Dengan keeksklusifannya, adibusana diprediksi akan punah dari industri mode, terutama ketika berhadapan dengan resesi ekonomi. Namun faktanya, lini tersebut tetap diminati dengan berbagai perubahan yang terjadi di dalamnya.

Dalam pementasan Paris Haute Couture Spring/Summer 2011 yang berlangsung pada pekan terakhir Januari, misalnya, beberapa perancang menyuguhkan sesuatu yang berbeda untuk menggaet pelanggan baru.

Terinspirasi dari moto favoritnya, ”mode selalu berubah”, Karl Lagerfeld menonjolkan kesederhanaan untuk label Chanel dalam peragaan busana di bangunan tua Rue Cambon, yang letaknya berseberangan dengan apartemen Coco Chanel yang lama. Tempat ini lebih kecil dibandingkan pergelaran yang digelar pada Juli dan Oktober tahun lalu, yaitu di Grand Palais.

Lagerfeld menampilkan gaun-gaun dengan potongan sederhana, celana panjang lurus, dan jaket yang desainnya lebih menyerupai kemeja. Satu hal yang menonjol dalam pertunjukan ini adalah tak ada sepatu hak tinggi. Semua model memakai sepatu datar.

”Inilah cara perempuan muda berpakaian pada zaman sekarang. Adibusana bukan hanya untuk wanita dewasa,” kata Lagerfeld, dalam www.guardian.co.uk.

Dengan dominasi warna pink pucat dan abu-abu, koleksi Chanel terdiri dari celana panjang hitam dan perak yang dipadukan dengan atasan bergaya tunik, yang sering dipakai di Asia dan Timur Tengah, atau jaket dari wol yang ditenun. Model tersebut disediakan untuk pakaian pada siang hari. Sebagai pemanis, syal yang biasanya dililitkan di leher kali ini diikatkan di sekitar pinggul.

Sedangkan untuk gaun malam, kilau gaun dari rangkaian payet, kristal, dan manik-manik diberi aksen warna hitam berupa choker atau ikat pinggang dari pita.

Dari rumah mode Christian Dior, John Galliano, yang biasanya tampil dengan rancangan unik dan spektakuler, kali ini memilih untuk memperlihatkan kesan elegan. Galliano mendesain gaun dengan siluet feminin yang inspirasinya berasal dari karya ilustrator mode Rene Gruau. Gruau adalah sosok yang sering memberikan ide bagi Dior dan membawa perubahan dalam lahirnya kembali mode di Perancis setelah Perang Dunia II.

Gaya feminin rancangan Galliano terlihat pada gaun indah dengan potongan seperti angsa, gaun dari tule yang menampilkan perubahan warna dari merah ke hitam, atau gaun tule berlapis yang menggabungkan warna kuning dan off-white. Kesan feminin juga dimunculkan melalui sarung tangan panjang hingga siku serta rias wajah dengan warna bibir merah menyala.

Pada pergelaran lain, Jean Paul Gaultier menggabungkan gaya cancan (tarian penuh energi dari Perancis) dan punk dari London untuk label Gaultier Paris Couture. ”Saya ingin sesuatu yang modern dan tajam,” kata Gaultier, yang berhenti menjadi perancang Hermes sejak musim gugur lalu untuk fokus pada labelnya sendiri.

Penggabungan kedua gaya tersebut salah satunya terlihat pada gaun panjang dengan garis horizontal. Gaultier juga banyak memakai warna hitam, seperti untuk trenchcoat (mantel panjang) dari sutra atau gaun panjang.

Dengan subtema ”Manhattan”, Gaultier mendesain jaket penuh warna dengan motif gaya Afrika yang dilukis dengan tangan. Jaket ini dipadukan dengan legging hitam.

Sementara sentuhan kental Perancis diperlihatkan perancang berusia 58 tahun tersebut melalui berbagai variasi little black dress dari sutra, sifon, dan tule.

Perancang asal Italia, Giorgio Armani, yang selalu menjadi favorit para selebriti Hollywood di acara karpet merah, tampil dengan desain bergaya futuristik, seperti yang dilakukan Pierre Cardin pada tahun 1960-an. Dengan meninggalkan bahan poliester yang dipakai Cardin, Armani membuat busana yang tak terlihat kaku di tubuh para modelnya.

Adibusana, yang bisa didefinisikan sebagai pembuatan baju tingkat tinggi dengan menggunakan tangan, lahir di Perancis. Busana jenis ini dibuat eksklusif berdasarkan pesanan pelanggan, dengan memakai bahan berkualitas tinggi dan detail yang biasanya lebih rumit dibandingkan busana siap pakai. Tak heran kalau baju-baju adibusana berharga tinggi.

Di Perancis, terminologi adibusana dilindungi oleh undang-undang dan hanya rumah mode dengan klasifikasi tertentu yang berhak menyandang label tersebut. Adalah organisasi yang disebut Chambre Syndicate de la Haute Couture yang berhak menetapkan produksi sebuah rumah mode bergaya adibusana atau tidak.

Syarat yang harus dipenuhi rumah mode tersebut adalah desain harus dibuat untuk pesanan pribadi, memiliki tempat produksi di Paris dengan jumlah pekerja minimal 15 orang, serta mempresentasikan koleksi baru pada media dua kali setahun untuk pakaian siang dan malam hari, minimal 35 busana di setiap pergelaran.

Meski kondisi ekonomi sangat berpengaruh terhadap keberadaan adibusana, faktanya bisnis busana eksklusif ini tetap bertahan dan menjangkau konsumen kelas atas di sejumlah negara. Setelah memperlihatkan rancangan kepada konsumen di Paris, Lagerfeld akan menjangkau pasar baru di beberapa kota, termasuk Shanghai, China.

Sementara data yang disebutkan dalam sebuah tulisan di Guardian menyebutkan, Armani mendapat kenaikan penjualan sebanyak 45 persen pada tahun 2010. Salah satunya dipengaruhi oleh peragaan busana yang digelar di Dubai.

(Yulia Sapthiani)




Editor: Dini

READ MORE - Konsumen Baru Adibusana

Celana Lebar Bakal Tren di 2011

DEREK LAM/GAP/SAKS Celana wide-legged yang terinspirasi tahun 70-an diperkirakan akan tren kembali di 2011. Artikel Terkait: Eksplorasi Budaya Indonesia untuk Tren 2011 Santai tapi Seksi: Tren 2011 yang Patut Dicoba Warna-warna Ini Diramal akan Tren di 2011 Bersiap Menuju Tren 2011 Prediksi Tren 2011 oleh 8 Perancang IPMI GramediaShop : Battle Story Rockman Exe 04 GramediaShop : An Offer From A Gentleman Senin, 7/2/2011 | 12:15 WIB

KOMPAS.com - Tahun lalu, celana jegging dan skinny sempat merajai tren dan jadi pilihan untuk sekian lama. Tahun 2011 ini, beberapa desainer papan atas melirik celana yang lebih nyaman dikenakan, celana lebar, atau yang dikenal dengan wide-legged dari bahan denim.

Desainer-desainer papan atas, seperti Monique Lhuillier, Dries Van Noten, Derek Lam, Celine, hingga merek-merek celana jins kenamaan, seperti GAP, J Brand, dan lainnya mulai menampilkan celana-celana wide-leg pada koleksi Spring/Summer 2011 ini.

Celana wide-legged sempat menjadi bintang tren besar di tahun 1970-an. Tergantung dengan padanannya, celana wide-legged bisa membuat si pemakai terlihat santai, formal, sekaligus seksi. Apalagi celana wide-legged tipe high-waist yang memeluk dan membentuk torso.

Untuk beberapa bulan ke depan, carilah inspirasi denim yang terinspirasi tahun 70-an. Entah itu full flare (pas di bokong, pelebarannya dimulai dari bagian bawah bokong), wide-leg (yang melebar mulai dari lutut), terserah Anda. Pastikan Anda memilih dua hal; siluet mid/high-waisted, serta warna yang bersih detail-detail berlebihan, seperti lubang, sobekan, atau kesan worn (warna pudar), cari warna monokromatik.

Pada gambar di foto paling kiri, contoh cara padu padan dari Derek Lam yang menggunakan high-waisted denim padanan linen/katun/lycra dengan siluet tinggi yang dipadankan dengan blus sutera krep yang dimasukkan ke dalam celana. Kesan yang diberikan cukup santai, formal, tetapi seksi, seperti effortless.


NAD

Editor: Nadia Felicia

READ MORE - Celana Lebar Bakal Tren di 2011

Wednesday, February 9, 2011

Giliran Lutut jadi Pusat Perhatian

SHUTTERSTOCK Khawatir lutut tidak sedap dipandang membuat orang-orang makin memusingkan penampilan lutut. Artikel Terkait: Sepatu "Ankle Strap" Bikin Kelihatan Pendek? Aturan Berbusana Si Tubuh Besar di Tengah Jalan Mundur Ternyata Bermanfaat Begini Cara Selebriti Hollywood Tetap Ramping Sehat Pengecilan Kaki, Operasi Plastik yang Lagi Tren GramediaShop : Musim Berburu - Open Season GramediaShop : Harry Potter #6 Senin, 7/2/2011 | 14:06 WIB

KOMPAS.com - Tahun lalu, istilah "cankles" sempat merebak. Istilah ini menggambarkan pergelangan kaki yang tebal. Seketika pula para artis dan selebriti berlomba-lomba membuat pergelangan kaki mereka seindah mungkin supaya tidak dicemooh. Tak heran, begitu banyak operasi kaki yang meminta pengurangan lemak pada bagian tersebut. Tahun ini, giliran lutut yang akan menjadi pusat perhatian.

Seakan tak cukup untuk memusingkan lengan atas supaya tidak bergelambir, perut bebas dari lemak, bokong penuh secukupnya, hingga pergelangan kaki ramping, kini lutut pun harus tampil sempurna.

Lutut, mungkin bukan bagian tubuh yang paling diutamakan untuk dijaga dan dirawat sungguh-sungguh. Tetapi, baru-baru ini, dunia makin mengarahkan perhatian ke lutut. Lutut memungkinkan kita untuk menekuk tubuh, berlari, berjalan, memanjat, dan banyak lainnya. Tanpa lutut yang sehat, kita akan sulit bergerak.

Dikutip dari Stylelist, dr Paul Friedman, dermatolog, mengatakan bahwa karena celana dan rok pendek makin banyak digemari, lutut yang cantik akan jadi perhatian utama selain pergelangan kaki. Menurut Friedman, kini makin banyak perempuan yang datang ke ahli kulit untuk mempercantik kulit lututnya. Bahkan 10 persen dari pasien yang datang kepadanya minta prosedur perbaikan kontur lutut.

Alasannya cukup beragam, menurut Friedman, ada yang mengkhawatirkan jaringan lemak pada lutut, khususnya di bagian sisi dalam lutut (yang bersinggungan satu sama lain), dan bagian atas lutut. Pasien lainnya meminta pengencangan kulit lutut dan paha. Sebagian lainnya meminta perbaikan warna kulit lutut yang bisa disebabkan oleh trauma (gesekan, kecelakaan, dan lainnya).

Menurut juru bicara merek suplemen kesehatan Usana, Kathy Kaehler, saat ini banyak perempuan yang tidak puas dengan penampilan lututnya. Banyak yang merasa karena lututnya yang tidak cantik itu mereka terpaksa mengenakan celana panjang terus menerus dan tidak bisa mengenakan celana atau rok pendek. Kalau mereka cuek mengenakan celana atau rok pendek, semua mata akan memandang lutut tak sedap dipandang mereka, dan itu membuat mereka kesal.

Biasanya, masalah yang dihadapi adalah kulit menggelayut, benjolan, guratan-guratan, penumpukan lemak, kulit hitam, dan lainnya. Ahli tata rias selebriti, Scott Barnes juga mengiyakan hal tersebut, "Saat ini saya melihat banyak perempuan yang mencari cara tambahan untuk menguruskan badan atau membuat kakinya makin kecil, dan ini termasuk bagian lutut, supaya terlihat mulus dan halus."


NAD

Editor: Nadia Felicia

READ MORE - Giliran Lutut jadi Pusat Perhatian

Mempercantik Lutut

SHUTTERSTOCK Scrubbing dan pemberian krim pelembab penting untuk memperindah kaki dan lutut. Artikel Terkait: Giliran Lutut jadi Pusat Perhatian Gestur Kaki Menunjukkan Siapa Anda Jalan Mundur Ternyata Bermanfaat Risiko High Heels untuk Bumil Mengatasi Kuku yang Menguning GramediaShop : The Rossetti Letter GramediaShop : Tembakan Ganda Senin, 7/2/2011 | 15:27 WIB

KOMPAS.com - Setelah pergelangan kaki ramping yang jadi salah satu syarat kaki seksi, kini lutut cantik dan indah juga masuk sebagai salah satu syaratnya. Mari rawat dengan tepat supaya terlihat memikat. Begini tipsnya:

Latihan
Ada banyak latihan penguatan khusus lutut dan pergelangan kaki. Tetapi latihan kardio dan kekuatan masih menjadi aktivitas terbaik untuk melatih lutut. Mulai dari berjalan kaki cepat, berlari, lompat tali, naik-turun tangga, dan aktivitas yang memompa jantung bisa membantu pembakaran kalori dan lemak. Namun, perlu diketahui, akan sangat sulit untuk membakar lemak di bagian lutut itu, jika Anda melakukan olahraga yang disebutkan tadi, lemak di bagian tubuh lain bisa jadi akan ikut terbakar.

Latihan kekuatan, seperti squat (jongkok), tekuk lutut, dan mengangkat kaki adalah gerakan-gerakan yang ideal untuk membentuk kaki. Semakin berbentuk kaki Anda, makin kecil kemungkinan lutut terlihat "turun". Disarankan untuk melakukan latihan gerakan lutut sekitar 2 set masing-masing 12 pengulangan gerakan setengah jongkok. Tambahkan tantangan dengan tambahan beban dumbbell 2,5 kg di kedua tangan yang diarahkan lurus di depan tubuh.

Apalagi jika menjaga asupan makan agar bobot tubuh tidak kembali menggembung atau melebihi berat ideal. Berat tubuh berlebih bisa terlihat di sekitaran lutut.

Produk kecantikan
Kulit lutut umumnya lebih kasar ketimbang bagian lain pada tubuh. Pelembaban dan pengangkatan sel kulit mati adalah bagian penting dalam perawatan kecantikan kulit lutut. Pastikan Anda melakukan scrubbing rutin dan memberikan pelembab yang kaya krim.

Non-operasi
Jika upaya-upaya alami tadi belum berhasil, beberapa wanita memilih cara lain, salah satunya dengan body wrap (bungkus badan) dengan alat khusus untuk kemudian dipanaskan dengan infra merah atau getaran. Cara ini dipercaya bisa membuang cairan berlebih pada sekitar lutut.

Perawatan-perawatan radiofrequency juga sering dijadikan alternatif untuk mengencangkan kulit dengan menstimulasi produksi kolagen. Cara lain, adalah dengan penyinaran laser untuk memperbaiki bekas luka, atau disuntikkan filler supaya lutut terlihat lebih berisi dan kenyal.  

Untuk memperbaiki kulit kehitaman di sekitar lutut, umumnya digunakan krim-krim oles yang berfungsi sebagai pemutih kulit. Tentu perlu resep dari dokter untuk mendapatkan takaran yang tepat.

Operasi plastik
Untuk mereka yang ingin hasil instan (dan uang yang banyak), pilihan operasi plastik adalah salah satu alternatif. Penyedotan lemak adalah salah satu pilihan untuk memperbaiki masalah penumpukan lemak di sekitar lutut. Namun, perlu diketahui, lemak-lemak di sekitar lutut tersebut memiliki fungsi bagi lutut, yakni memberi sokongan otot paha depan. Jika lemak tersebut disedot terlalu banyak, otot paha depan tersebut berisiko turun dan makin terlihat parah.

 


NAD

Editor: Nadia Felicia

READ MORE - Mempercantik Lutut

4 Perawatan Tubuh yang Wajib Dilakukan

WARDAH FAJRI Facial sebaiknya menyeluruh bukan hanya fokus pada wajah saja. Artikel Terkait: Kesehatan Gigi Bisa Berdampak Sistemik Hilangkan Stres dengan Pijat 5 Alasan Ibu Bekerja Perlu Pijat Pijat Refleksi Lancarkan Aliran Darah 5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Facial GramediaShop : Bloodlust GramediaShop : Raksasa Besar Yang Baik Senin, 31/1/2011 | 11:24 WIB

KOMPAS.com - Langkah preventif lebih menjadi prioritas untuk menyeimbangkan gaya hidup kekinian. Berbagai penyakit menjadi ancaman kesehatan dengan kondisi lingkungan yang tak menentu atau pola makan yang tak teratur. Selain diet sehat dan berbagai upaya pencegahan lain untuk menjaga tubuh tetap fit, terdapat sejumlah perawatan fisik yang juga menyehatkan.

Dari penelusuran dengan sejumlah pakar, ada empat perawatan fisik yang menyehatkan sekaligus membuat perempuan merasa cantik luar dalam.

1. Massage
Siapa yang tak suka dipijat dengan aromaterapi yang membuat tenang, dengan suasana ruangan yang nyaman dan bikin rileks? Ditambah lagi dengan iringan musik lembut sesuai selera? Pelayanan spa semakin menjamur hingga di pusat kota karena memang pasarnya tersedia. Banyak pekerja yang ingin melepas penat usai bekerja dengan dipijat.

Pakar estetika Lena Bratschi mengatakan pijat punya manfaat besar bagi tubuh. "Melakukan pijat secara teratur tak hanya mengurangi ketegangan tubuh, namun juga bisa membantu kerja sistem kekebalan dalam tubuh yang berfungsi vital untuk kesehatan tubuh secara utuh. Pijatan membuang racun dan sisa metabolisme yang tak berguna dari dalam tubuh melalui kelenjar getah bening. Penggunaan minyak esensial tertentu juga terbukti selama ribuan tahun untuk mendetoksifikasi tubuh dan melemaskan otot yang kaku," jelas Bratschi.

Berapa kali sebaiknya tubuh dipijat? Menurut Bratschi, pijatan yang dilakukan hanya sesekali waktu bisa memberikan manfaat positif bagi tubuh. Apalagi jika dilakukan teratur. "Bagi orang yang sering merasakan ketegangan pada tubuh karena tekanan pekerjaan atau aktivitas hariannya sebaiknya melakukan pijat seminggu sekali. Sayangnya banyak orang yang lupa merawat dirinya, padahal melakukan pijat sebulan sekali saja bisa membuat tubuh lebih segar dan kembali berfungsi dengan baik dalam aktivitas harian. Perawatan pijat juga memberikan waktu bagi diri sendiri untuk rileks. Jika dilakukan dengan benar, perawatan ini bisa meningkatkan kesehatan fisik dan mental," jelasnya.

Dampaknya jika tidak melakukan massage? Bratschi mengatakan stres itu pembunuh. Katanya, banyak orang yang beraktivitas dengan ketegangan pada banyak bagian dari tubuhnya. Ketegangan ini memengaruhi banyak hal seperti sirkulasi darah dan bahkan temperamen seseorang, tambahnya. Kondisi ini, jika dibiarkan, akan memengaruhi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

2. Memeriksakan kulit
Mengunjungi dermatologis menjadi salah satu agenda yang perlu dicatat perempuan untuk merawat kesehatan dirinya.Sejumlah penyakit bisa terdeteksi dari kondisi kulit luar Anda. Jadi perihal memeriksakan kesehatan kulit ke dermatologis bukan sekadar bicara kecantikan saja.

"Kulit terluar merepresentasikan kondisi di dalam tubuh. Penyakit dalam seperti jantung dan kanker lambung, bisa dianalisa dari pemeriksaan kulit oleh dermatologis," jelas Dr Craig Austin, dermatolog di New York.

Dr Austin menyarankan, saat memeriksakan kulit ke dermatolog sebaiknya minta screening tubuh. Karena bisa jadi proses ini bisa mendeteksi sejumlah penyakit seperti melanoma (kanker kulit yang kronis) lebih dini.

Berapa kali harus periksa kesehatan kulit? Setidaknya satu tahun sekali, saran Dr Austin. Kecuali kondisinya Anda memiliki riwayat terdeteksi melanoma atau punya potensi atau berisiko tinggi terkena kanker kulit. Untuk dua kondisi ini, pemeriksaan di dermatologis harus dilakukan 2-3 kali dalam setahun. Sejumlah faktor yang memengaruhi risiko tinggi terkena melanoma di antaranya Anda berkulit putih, punya riwayat terbakar sinar matahari, kulit mudah terbakar, tinggal di daerah tropis, dan keluarga punya riwayat kanker kulit.

Dampak jika tak rutin memeriksakan diri ke ahli dermatologi? Dr Austin mengatakan, orang ini akan berisiko mengalami kematian karena kanker kulit. Terdengar terlalu keras memang, namun demikian faktanya. Begitu kanker masuk ke bagian dalam kulit, dia bisa menyebar ke bagian lain dari tubuh.

3. Facial
Kulit adalah organ terbesar yang dimiliki tubuh, karenanya perawatan kulit tak bisa disepelekan, kata Bratschi. "Dengan membersihkan, melembabkan, dan menjaga dengan cara yang benar agar kulit tidak dehidrasi, bisa meningkatkan kesehatan dan kondisi kulit, yang pada akhirnya membuat tubuh sehat secara keseluruhan," lanjutnya. 

Facial menjadi salah satu perawatan yang menyehatkan tubuh. Namun bukan sekadar facial yang berkonsetrasi pada wajah dan leher. Tetapi juga pada tangan, lengan, kaki, pundak, dan tempurung kepala yang menggabungkan aromaterapi dan pembuangan getah bening. Facial yang menyeluruh seperti ini membantu sistem kekebalan bekerja lebih maksimal dan membuang racun pada tubuh.

Seberapa sering harus facial? Bratschi menyarakan untuk melakukan facial sebulan sekali untuk menjaga kesehatan kulit. Namun frekuensinya bisa bertambah tergantung sejumlah kondisi. Seperti sering bepergian, tinggal di kawasan padat penduduk, terpapar polusi, tinggal di daerah beriklim panas atau dingin, atau memiliki pekerjaan dan kehidupan personal yang penuh tekanan.

Dampak jika mengabaikan facial? "Kulit Anda adalah refleksi terluar dari diri Anda," jelas Bratschi. Banyak faktor yang merusak kesehatan kulit seperti stres atau polusi. Kondisi inilah yang perlu diperhatikan dengan cara melakukan perawatan kulit secara teratur.

4. Memeriksakan gigi
Apakah jadwal bertemu dokter gigi masuk dalam agenda rutin Anda? Menemui dokter gigi secara rutin membantu Anda menjaga kesehatan mulut. Bukan hanya memutihkan, namun juga sebaiknya membersihkan gigi secara menyeluruh, kata Dr Jeff Golub-Evans, dokter gigi kosmetik.

"Segalanya berawal dari mulut. Mulut yang sehat memengaruhi kondisi fisik secara keseluruhan. Gigi dan gusi yang kuat membuat asupan nutrisi lebih maksimal dan membuat lebih percaya diri," jelasnya.

Berapa kali harus periksa gigi? "Idealnya, lakukan pemeriksaan gigi enam bulan sekali atau setidaknya satu tahun sekali," kata Golub-Evans. Namun lakukan perawatan yang benar di antara jadwal periksa ini. Yakni menyikat gigi dan membersihkan dengan benang gigi. Golub-Evans menyarankan, sebaiknya bersihkan gigi dengan serat atau benang gigi sebelum menyikat dan berkumur setiap malam. Saat pagi, cukup dengan menyikat gigi saja. Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, sebaiknya konsumsi buah dan sayur lebih banyak. Selain itu hindari makanan manis, alkohol, dan rokok. Zat asam bisa merusak gigi, jelas Golub-Evans.

Dampaknya jika malas periksa gigi?  "Bertambahnya usia memengaruhi kesehatan mulut. Dengan perawatan yang baik, gigi dan mulut bisa terhindar dari efek proses penuaan ini," jelas Golub-Evans. Lebih lanjut dijelaskan, bakteri dalam mulut bisa menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

"Masalah kesehatan yang banyak ditemui pada orang yang tidak memeriksakan gigi secara rutin adalah  radang gusi dan masalah rongga mulut yang disebabkan bakteri. Kebiasaan tidak memeriksakan gigi secara rutin juga berisiko pada gangguan pada tulang dan ompong," jelas Golub-Evans.


WAF

Editor: Dini

READ MORE - 4 Perawatan Tubuh yang Wajib Dilakukan